Sebuah catatan pendek: tentang bersyukur dan berjuang

Kalau dulu ada quote yang berbunyi “rumput tetangga tampak selalu lebih hijau” tampaknya harus ditambahkan dengan kalimat dari mana sudut pandang kita melihatnya.
Bagi saya, banyaknya postingan hal-hal indah dan membahagiakan di sosial media, mungkin secara tidak langsung, terkadang timbul pikiran di dalam benak saya “Hidup si A, B,C ini enak dan ideal ya” yang tanpa saya sadari sedikit banyak terkadang mengikis perasaan bersyukur saya.

Hingga suatu hari Allah mengingatkan saya dengan indah melalui sebuah percakapan dengan seorang teman.

Berawal dari obrolan tentang PhD journey kami, berlanjut hingga cerita-cerita perjuangan dia. To be honest, rasanya saya seperti tertampar berkali-kali. Teman saya, dengan kondisinya tersebut, dia bisa tough dan menghasilkan karya yang luar biasa. Bahkan dia yang mengajari dan mengenalkan saya beberapa software bioinformatika baru. Saya malu, saya yang baru berusaha pada titik yang masih tidak seberapa ini masih suka mengeluh :(

Untuk temanku, saya sangat bersyukur sekali bisa mengenalmu. Terima kasih ya sudah menyadarkan saya untuk lebih dan lebih bersyukur atas apa yang saya miliki.

Setelah sekian lama…

Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin saya ceritakan di blog selama setahun ini, sayangnya kadang rasa malas membuat cerita-cerita tersebut hanya berhenti di draft yang kemudian saya discard atau terlintas hanya sebagai “ah pengen posting ini ah kapan-kapan” yang belum tahu kapan saya realisasikan :p

Semoga catatan kecil ini dapat merangkum beberapa momen yang terlewatkan yang mungkin suatu saat di masa depan bisa dibaca oleh anak saya kelak :D

*PhD confirmation
akhir tahun 2018 hingga bulan Januari 2019 saya lewatkan dengan berjuang menyelesaikan dokumen PhD confirmation, menyiapkan presentasi (thanks to my school that has provided us official ppt template, it really helps us). Hal yang begitu saya syukuri adalah support dari para pembimbing yang benar-benar membantu saya selama proses penulisan dokumen hingga latihan presentasi. Saran, kritik, dan revisi-revisi dari mereka sangat-sangat membantu dalam proses pembelajaran menulis bagi saya pribadi. Hikmah dari standard mereka yang “lumayan tinggi” alhamdulillah membuat saya untuk tidak terlalu cepat puas dan “sadar diri” bahwa masih banyak hal yang perlu saya perbaiki selama proses menuntut ilmu.

Tantangan lainnya? Dua minggu menjelang submit dokumen laptop saya mati total. Iyes, ga bisa nyala. Untungnya saya selalu mem-back up semua draft via email, cloud universitas, dan FD. Alhamdulillah yang ke dua, sahabat saya dengan suka rela mempersilahkan saya untuk memakai laptopnya waktu saya harus latihan presentasi ditambah diperbolehkan tinggal dan disediakan makan gratis. Setiap ingat kejadian tersebut, rasanya saya ingin menangis haru. Di saat tinggal di perantauan dan jauh dari keluarga, masih banyak teman-teman baik di sekitar saya.

Akhirnya, tanggal 15 Februari 2019, saya berhasil melewati PhD confirmation dan lulus dinyatakan sebagai PhD candidate. Terima kasih semuanya <3

*PhD grant
Salah satu pengalaman berharga yang saya lalui di tahun ini adalah berkompetisi mendapatkan grant untuk menghadiri seminar bulan November besok. Kebetulan asosiasi fitopatologi di sini membuka semacam bursary competition untuk mahasiswa PhD dan early career researcher di seluruh Australia & Selandia Baru. Para pembimbing kami di kantor sangat mendukung saya dan teman-teman untuk berkompetisi dan belajar bagaimana rasanya berjuang mendapatkan grant atau sebuah funding yang smeoga pengalaman ini dapat bermanfaat bagi kami di masa depan. Amiinn..

*Mudik dan lebaran di Indonesia
Alhamdulillah, berkat combo travel dari Tr*velok*, saya bisa dapat tiket murah dan bisa berlebaran bersama keluarga tercinta <3


Mungkin lebaran saya bukanlah lebaran fancy ala-ala yang seluruh keluarga memakai seragam bareng dan foto-foto hits untuk diposting di media sosial. Bagi saya, yang sudah cukup lama berjuang yang namanya LDR-LDM, bisa berkumpul bersama keluarga tercinta walaupun hanya dalam waktu singkat adalah sebuah hal mewah <3

*Ulang tahun ke dua di rantau
Pada bagian ini, saya ingin sekali menuliskan rasa terima kasih dan syukur setinggi-tingginya karena Allah memberkahi saya teman-teman baik seperti keluarga yang dengan suka cita meluangkan waktunya untuk merayakan ulang tahun saya.

Terima kasih juga untuk suamiku untuk semua support dan ridhomu (langsung pengen mbrebes mili T_T)

*Sahabat saya wisuda
Salah satu sahabat sekaligus teman kosan saya, Grace merayakan kelulusan bersamaan dengan hari ulang tahun saya :D
Terima kasih ya Grace untuk kebersamaannya selama ini. I am really appreciate with your kindness.

— — — —