Peralihan

a calm afternoon on June

Ini adalah bulan ke empat semenjak saya diumumkan lolos tes menjadi abdi negara  di universitas almamater saya. So far, tidak ada perubahan secara gamblang yang saya rasakan, karena sejak S1-S2 saya menimba ilmu di tempat yang sama dengan dosen dan teman-teman yang sudah saya kenal lama. Tapi katanya life must go on.. Saya harus berubah sedikit demi sedikit, menuju ke arah yang lebih baik tentunya :p
Kalo dulu saya bisa seenaknya ke lab memakai kaos dan jeans, kini harus membiasakan seenggaknya kemeja semi formal..walopun teteup masih pakai jeans sih :D
Suatu ketika, saat mengisi suatu kelas, mahasiswa yang saya ajar masih menganggap kalau saya adalah kakak kelas mereka yang cuma terpaut 2-3 tahun. Kya…Kyaaa…aseeekk gue masih kelihatan muda :)))
Tapi kata mentor saya itu ada sisi kurang bagus buat saya ke depannya, I have to change.. *langsung sendiko dalem*

* * *

Ada banyak hal menyenangkan dan kepuasan tersendiri ketika kita melakukan hal yang kita suka atau menyukai hal yang kita lakukan.. I think both ‘love what we do’ and/ or ‘do what we love’ are cool 8-)
I’m still surprise that I can get one of my dreams, be a lecturer and a plant virologist *sembah sujud syukur*
Tapi, sekali lagi, ada langkah dan perjuangan yang lebih besar ketika berhasil mendaki setiap tahapan impian kita..
I have to think seriously about my life, love, and future. My supervisor always remember that. A good planning (plan A, B, C) must be prepared from now. Whenever a good chance comes, I have to ready.

* * *

Tentunya, di masa peralihan ini ada begitu banyak PR yang mesti saya kerjakan dan siapkan. Alhamdulillah ada orang-orang terdekat yang selalu mendukung dan menyemangati saat saya berada pada fase kegalauan :p I’m really nothing without them.

* * *

Adakah di antara kalian yang pernah berada di posisi ‘peralihan’/ harus memilih beberapa pilihan? I’m really thank if you can share with me ;)