Living in Brisbane: Skin care yang saya pakai

Hi again!

Setelah terakhir posting tentang beasiswa, mbak Fina, salah satu blogger dan juga ex-teman sekosan saya memberi ide untuk posting cerita beberapa aspek tentang student life selama tinggal di Brisbane. Akhirnya saya putuskan untuk memberi tema “Living in Brisbane/ Student Life” di setiap postingan saya tentang berbagai pengalaman selama saya sekolah di Brisbane.

Untuk postingan pertama, saya akan cerita tentang skin care yang saya pakai sebagai new comer yang bakalan tinggal lama di kota ini.

cartoon-skin-care-woman-make-up-her-face-75315562.jpg

Kenapa ini penting?
Karena ini sangat berhubungan dengan kenyamanan dan kesehatan kulit, dan mungkin ini juga banyak dialami oleh beberapa teman yang baru pindah ke suatu tempat yang baru.

Oiya, saya posting ini bukan sebagai mbak-mbak ala selebgram yang endorse produk ya :D Fyi, saya juga bukan seseorang yang ahli tentang dunia make up atau skin care… justru saya hanya ingin sharing karena saya sempat mengalami masalah kulit di awal minggu saya di sini dan semoga nantinya bisa bermanfaat :)

Jadi ceritanya, saat datang ke sini tanggal 2 Januari 2018, Brisbane sedang musim panas dengan suhu udara yang lumayan sedikit panas dari Bogor. Saya yang mengira suhu udara Brisbane bakalan tidak jauh beda dengan Jakarta, ternyata salah. Seminggu pertama saya masih PD keluar dengan hanya memakai pelembab non-SPF dan bedak tabur. Ternyata, di minggu ke dua kulit saya menjadi lebih gelap dan tiba-tiba saya jerawatan padahal tidak sedang pms, serta udara dan air di sini justru lebih bersih :D

Well, setelah diskusi dengan beberapa teman, mereka menyarankan untuk mengganti skincare yang ada di sini. Oke, akhirnya skin care yang dibawa dari Bogor akhirnya dipensiunkan, dan saya mulai googling plus tanya sana-sini skin care apa yang kira-kira cocok untuk kulit dan dompet saya :p

Tadaaaaa!! ini adalah skin care yang akhirnya saya beli dan pakai sehari-hari:

Left to right:

  1. Jeju Aloe Vera, The Face Shop
    Store: The Face Shop garden City
    Sebagai pecinta skin care khususnya dari grup body lotion dan kerabatnya, saya termasuk yang agak boros kalau pakai ini :P
    Nah, saya beli Jeju Aloe Vera ini karena saat itu The Face Shop sedang sale dengan harga yang oke :D Let’s grab it! Alhamdulillah, enak dipakai dan wanginya saya suka :)
    Karena saya kerja di ruangan lab yang ber-AC dan sering bolak-balik cuci tangan, akhirnya saya punya stok 1 yang kemasan tube untuk disimpan di lab.
    Kalau di Indonesia, saya paling suka pakai Vaseline Healthy White UV Lightening Lotion untuk pemakaian sehabis mandi dan Herborist mangga untuk hand cream.Picture credit: here and here
  2. Cushion Foundation, The Face Shop
    Yup! cerita di balik belinya the cushion ini sebenarnya juga karena housemate saya woro-woro kalau di The Face Shop lagi ada diskon. Jadi lagi-lagi, saya beli ini dengan harga yang sedang ramah di kantong :D
    Alhamdulillah, produk ini bisa membantu recover kulit saya yang mengusam dan berjerawat jadi lebih baik. Biasanya, ketika saya pakai ini saya sudah tidak pakai bedak lagi :D Pakai bedak kalau misal saya lagi ingat aja :D
    Kalau di Indonesia, favorit saya dari jaman SD adalah bedak legendaris Marcksmarcks60-rose1.jpg Source: here
  3. Lacura Naturals, serum dengan ekstrak jahe
    Store: ALDI
    Sebenarnya saya beli ini karena waktu itu ada teman yang dulu pernah tinggal di  Australia titip minta dibelikan day and night cream Lacura with soy. Lha ndilalah pas saya nyari kok kepincut sama serum nya yang harganya lagi-lagi friendly dengan dompet saya :D
  4. Daily Moisturizer Neutrogena
    Store: bisa dibeli di Coles, Priceline, Kmart, The Chemist, Woolworth, Big W
    Nah, saya memakai Neutrogena ini dapat rekomendasi dari Putze.
    So far, saya suka dengan pelembab ini karena bikin kulit terasa lebih halus. Thank Putze :)
  5. Body mist White Musk Smoky Rose, The Body Shop
    Kalau ini saya pakai body mist The Body Shop karena saya suka wanginya. Favorit saya selain ini adalah Vanilla, Japanese Cherry Blossom, dan pengen nyoba yang Black Musk :D
  6. Micellar Cleansing Water, Sukin
    Store: Coles, Priceline,The Chemist, dll.
    Saya pakai ini karena relatif lebih alami dan buat mencegah jerawat nakal :DTambahan:
  7. Lip balm & Face wash 
    Kalau untuk lip balm, sebenarnya saya jarang pakai karena sering lupa dan kadang malas :p kalau facial wash, biasanya saya pakai setelah pemakaian micellar water ;)source: here and here

Pertanyaan selanjutnya, apakah dengan memakai skincare tersebut wajah saya langsung berubah drastis membaik?
Jawabannya tentu saja tidak. Justru saya akan takut kalau memakai skin care yang perubahannya sangat drastis.

Beberapa pertimbangan yang saya pakai saat memilih skin care:
> Fungsi, kebutuhan, dan kesesuaiannya dengan kulit kita
Misal, saya memutuskan beli semua skincare dengan SPF50 untuk kulit normal karena pada saat saya datang, Brisbane sedang panas banget.
> Kandungannya
Saya pilih Sukin dan Lacura karena kandungan alaminya
> Harga
Nah ini penting juga..saya ga mau memaksakan beli skincare hanya untuk gaya-gayaan atau buat pamer di media sosial
> Review dari beberapa orang,
biasanya saya akan googling dulu atau bertanya langsung ke teman-teman yang sudah pernah pakai. Ini sangat membantu banget, apalagi pengetahuan saya tentang skincare masih minim banget :p

Baiklah, sekian dulu postingan saya tentang skin care yang saya pakai sebagai new comer student di sini. Semoga bermanfaat :)

Advertisements

Catatan pendek di tahun 2017

Halo,
mumpung saya lagi ada semangat untuk nulis blog dan belum sibuk dengan kegiatan lab, jadi saya sempatkan untuk merangkum cerita hidup saya di tahun 2017.
Semoga ini belum terlalu basi ya :D

2017 bagi saya adalah sebuah tahun pembelajaran dan perjuangan.

  • Di tahun ini, saya harus berjuang mengalahkan tantangan mendapatkan skor IELTS supaya saya bisa diterima di universitas pilihan saya. Alhamdulillah, Allah mengabulkan do’a saya.
  • Semua kenangan di IALF di tahun ini benar-benar membuat saya belajar tentang arti sebuah perjuangan dan persahabatan.

  • Di tahun ini juga, Alhamdulillah suami saya diwisuda untuk pendidikan PhD-nya tepat pada 6 bulan hari pernikahan kami.

  • Setelah menjalani LDR selama 6 bulan pascamenikah, di tahun ini kami akhirnya bisa tinggal serumah :). Kami mulai berjuang bersama untuk merenovasi rumah mungil kami, memilih semua perabotan (suka heboh kalau lagi milih model dan warna :p), dan menanam beberapa tanaman di halaman :)
    Berikut beberapa bunga yang ditanam di halaman rumah kami:

    Phot credit: DDM
  • Semenjak tinggal bersama suami, saya mulai mengasah kemampuan masak yang langsung disupervisi langsung oleh suami hahahaha :D walopun kadang suka agak nyebelin, tapi harus diakui kalo masakan saya bisa jadi lebih baik berkat kritik dan sarannya :D
    Ini adalah beberapa kreasi masakan hasil bikinan saya:

    Siomay: masakan kolaborasi pertama di rumah kami
  • Merayakan ulang tahun bersama suami <3

  • Alhamdulillah, di tahun ini kami bisa merayakan hari ulang tahun pernikahan pertama bersama.

    Seperti yang pernah diposting oleh Rara Sekar di instagramnya, sesungguhnya yang patut untuk dirayakan lebih adalah ulang tahun pernikahan. Semakin bertambah usia pernikahan, menandakan bahwa rumah tangga tersebut berhasil mengalahkan banyak ujian dan tetap bersama dengan ikatan lebih kuat.

  • Mendekati akhir tahun ini, keluarga kami harus kehilangan salah satu anggota keluarga untu selama-lamanya.
  • Banyak teman baru yang saya dapatkan di tahun ini. Dari merekalah saya banyak belajar tentang arti hidup dari sisi lain.

    Terima kasih untuk semua ujian, tangis, tawa, dan kebahagiaan yang datang silih berganti sehingga saya dan keluarga bisa menjadi lebih kuat dan lebih bersyukur.

Alhamdulillahirobbil alamin