Hello again blog!

Tidak terasa ternyata sudah empat bulan saya absen ngeblog. Kesibukan dan tugas baru yang lumayan bejibun membuat saya langsung nempel kasur tiap pulang dari kampus. Beberapa novel dibeli tapi belum ada yang selesai dibaca. Akun postcrossing juga sudah di-deactive sama operator karena saya lama tidak berkirim surat :p Media sosial yang paling sering saya tengok hanya instagram, sesekali Path dan FB.

Setelah kembali dari mudik bulan Juli, awal Agustus saya mengikuti seminar sambil mengurus perpanjangan paspor untuk training di Filiphina. Lumayan bisa bertugas sambil liburan. You deserve to get it Ita! -LOL-
Selama training di Filiphina alhamdulillah dipertemukan dengan guru-guru dan teman-teman baru yang baik,  teman-teman lama dari UPLB dan kakak kelas dari IPB yang bekerja di IRRI. Berikut sekilas hasil jepretan saat di Filiphina:

IMG_8253 IMG_8698

Selain ke Filiphina, saya juga berkunjung sebentar ke Malaysia. Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga berkunjung ke KL dan ketemu kak Atih, salah satu teman Madridista saya :) Senang sekali walaupun cuma semalam, saya bisa puas foto-foto dengan latar menara Petronas, minum kopi dengan latte art yang lucu, dan kuliner. Thank you so much kak Atih for your hospitality! :*

September kemarin saya tergabung dalam kepanitiaan untuk mengurus acara summer course mahasiswa S1 dengan salah satu universitas di Jepang. Ternyata dengan profesi baru ini,  saya tidak hanya dituntut untuk bisa mengamalkan tri dharma pendidikan, tetapi juga harus multi-tasking. Semangaaathh!! You can do it Ita!

Bulan ini..
setelah berdiskusi sangat panjang dengan mentor saya, banyak hal yang harus mulai saya persiapkan dan kerjakan untuk beberapa hal penting ke depan.
Semoga diberi kelancaran :)

Banyak orang yang membuat sebuah keputusan dalam hidupnya, tetapi tak belajar untuk menguatkan hatinya. Padahal, dengan hati yang lemah, keputusan apapun selalu mudah digoyahkan. Hati yang lemah selalu sibuk dengan perasaan yang cemas, ragu, dan seterusnya. Hatinya tak ada di puncak gunung!

Hati yang tersimpan di puncak gunung tak akan merasa lelah, karena yang lelah adalah tubuh yang mendaki. Hati yang tersimpan di puncak gunung tak akan terbakar, karena yang terbakar adalah hutan-hutan yang kita jelajahi selama memperjuangkan mimpi. Hati yang tersimpan di puncak gunung tak akan tergelincir, karena yang tergelincir adalah tindakan dan pilihan-pilihan bodoh yang kita buat. Hati yang tersimpan di puncak gunung adalah hati yang kita buru dengan perasaan yang kuat! –FAHD PAHDEPIE

P.S.: beberapa foto saat di Malaysia dan Filiphina saya upload di sini dan di sini

Advertisements