Lorong waktu: pemaknaan sebuah perjalanan

Beberapa hari yang lalu, entah dapat inspirasi dari mana, tiba-tiba saya ingin memposting kembali foto-foto perjalanan saya selama tahun 2012 ke akun instagram. Pemikiran saya saat itu hanya ingin mengingat kembali kenangan-kenangan indah bersama teman seperjalanan saya.

Iya, bagi saya, memaknai perjalanan sama halnya dengan penggapaian sebuah impian dan memenuhi jejak-jejak dengan berbagai kenangan ;)

— — —

Mari kita berjalan sebentar melewati lorong waktu beberapa tahun yang lalu

alley of Univ. of Queensland

Berangkat dari keluarga sederhana, tidak pernah terfikirkan dalam diri saya untuk bisa pergi ke luar negeri. Mimpi iya, tapi tidak pernah berharap..just filled the dream in my high school diary :p
Beruntung saya dibesarkan oleh orang tua (terutama ibu) yang hobi membaca..kebiasaan membaca semenjak kecil itulah yang membuat saya selalu mencuri waktu untuk melahap ensiklopedia di perpustakaan (nerd banget ya! :D ). Nah, gara-gara membaca itulah keinginan saya untuk melihat dunia bukanya meredup justru semakin besar. Diam-diam saya membuat folder kecil berjudul ‘the dream land’ dan Jepang dan Australia saat itu menempati urutan pertama serta ke dua dalam wish list saya.
(Kenapa Jepang? salahkan untuk semua film kartun saat itu yang entah kenapa membuat saya begitu penasaran untuk menjejakkan kaki ke sana. Lalu kenapa Australia? Negara itu muncul karena saat masih kanak-kanak saya nge-fans dengan Leony-salah satu personel Trio Kwek-Kwek, dan di lagu Katanya dia menyanyi tentang Australia ;) — so childish right? :p )

— — —

Menjelang akhir masa kuliah, tekanan penelitian sempat membuat saya sedikit depresi stres.  Akhirnya, di tengah kebuntuan penelitian, saya nekat daftar field course biodiversiti antara IPB – Univ. Vienna, padahal field course tersebut memakan waktu hampir satu bulan. Otak dan psikis membutuhkan penyegaran a.k.a pelarian :p

Thank for the desperation, saya mendapat begitu banyak inspirasi dari pertemuan dan persahabatan yang kami bentuk selama field course. Sebuah titik cerah dan semangat penelitian kembali menyala. Alhasil, Maret 2011 destinasi pertama dari impian panjang saya akhirnya tercapai. Ya, Thailand adalah negara pertama yang saya singgahi untuk memulai menggapai mimpi-mimpi..

— — —

Perjalanan hidup akhirnya berlanjut dengan mengambil sebuah keputusan yang sedikit berbeda (bukannya unik tapi teman-teman sekelas lebih sering menyebut dengan aneh dan nekat). Di saat teman-teman seangkatan sudah bekerja–mempunyai gaji sendiri–berpenampilan keren–gadget oke–hang out dari mal ke mal, saya malah memutuskan untuk menimba ilmu kembali. Iya, kembali duduk di bangku kuliah dengan kelayakan hidup yang tidak banyak berbeda dari masa saya kuliah S1 dulu :P

Tapi, Dia yang Maha Pengasih dan Penyayang tidak pernah tidur teman, selalu mendengarkan setiap do’a yang terucap oleh hamba-Nya. Rahmat Allah selalu tidak pernah disangka kapan datangnya. Kecintaan akan virologi yang sudah terajut lama  (ceileh bahasa gue) ternyata mendapat balasan manis dengan kesempatan untuk berangkat ke Australia bersama dosen pembimbing selama kurang lebih dua minggu. Penelitian sekaligus jalan-jalan gratis :D

Akhir tahun 2012..
Saya ternyata masih berjodoh dengan Jepang, karena Jepang menyimpan segudang cerita.. Sebuah janji lebih tepatnya mimpi, pernah terlontar dari mulut saya dan Icha (one of my best friends in university) saat memasuki semester akhir one day we will meet up in abroad”,,yep it came true! I met her in Tokyo Edo Museum *what a sweet moment..

Dalam perjalanan ke Jepang tersebut, saya berangkat bersama Dhika, teman lama dari salah satu universitas terkenal di Yogyakarta. FYI, kami menjalin persahabatan semenjak tahun 2009 dan keinginan dia untuk ke Jepang mungkin juga sudah tumbuh bertahun-tahun yang lalu. Oleh sebab itu, selama di sana kami sering cekikikan berdua waktu mengingat tentang kisah chatting tentang mimpi ke Jepang.

— — —

Sekelumit cerita di atas bukan bermaksud untuk pamer atau hal-hal negatif lainnya. Cerita di atas dituturkan untuk sekedar berbagi, berbagi mengenai pemaknaan sebuah perjalanan, perjuangan, dan penggapaian, instead of  hanya sekedar tempat tujuan. Semoga dapat menginspirasi bagi teman-teman yang juga percaya akan impian.

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it — Paulo Coelho

dan untukmu teman seperjalanan, kapan kita bisa pergi bersama kembali? ;)

all

Advertisements

3 thoughts on “Lorong waktu: pemaknaan sebuah perjalanan”

  1. :D
    postingannya menyenangkan, dan kedengarannya menyenangkan.. :D
    tapi aku yakin seyakin-yakinnya untuk menggapai hal-hal yang tertulis di sini Ita pasti berjuang keras, istilahnya nasib baik memang ditulis pake tinta darah dan airmata deh, hihihi.. You sow what you reap!
    Selamat yaaaa, semoga tahun ini bisa dicoret satu-satu negara lain yang belum dikunjung :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s